jump to navigation

Kenapa dua test (contoh TOEFL + GMAT) ? October 17, 2010

Posted by Sharehouse Jakarta in Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , , ,
trackback

Connecting San Francisco with the East Bay

 

 

Semua tergantung strata dan program kita memilih. Jika kita berencana ke luar negeri untuk S2, mungkin kita akan menghadapi situasiny seperti ini berkaitan dng TOEFL/ IELTS:  itu harus tapi tidak cukup.

Berarti, kita harus ambil TOEFL atau IELTS agar sekolah target percaya ketrampilan kita dalam minimal satu bahasa internasional.  Tetapi sekolah luar negeri  yg kompetetif — yaitu tiap tahun aplikasi yg diterima jauh lebih banyak daripada lowonganya — akan minta lebih dari itu. Daftar persyaratan2 di top school mudah-mudahan agak panjang:

  • TOEFL / IELTS
  • GMAT/ GRE / LSAT
  • CV / Resume
  • Statement of Purpose /Motivational Letter
  • Letters of recommendation
  • Online application forms
  • Immigration forms

Barang kali Anda pernah dengar orang bicara seperti ini yrmhtemanya: “Wah, teman FB aku habis diterimah di program MBA di Stanford . Pasti IQ-nya tinggi.” Faktanya, kecerdasan manusia rumit diukur. (“IQ” hanya nama ujian tertulis jaman duluh kan?). Yang jelas, sih teman miliki skor GMAT cukup tinggi (di atas 700 juga).

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s